Himpaindo Banten Ajak Mahasiswa Berani Wirausaha

Dari situlah mereka menyatukan visi untuk berkontribusi menjawab tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) PBB nomor 4, yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan menyediakan akses buku menjadi lebih mudah. Kampus Unusa saat ini terus mendampingi mahasiswa yang memiliki Business plan melakukan Entrepeneur mereka. Mereka berebut pasar ribuan mahasiwa, dosen, karyawan, juga pegawai dan pengunjung RSI Jemursari. Tidak hanya dari mahasiswa FEB, mahasiwa dari fakultas lain juga ambil bagian dalam pameran dan bazar ini. Bahkan pelaku sejumlah pelaku UKM binaan kampus ini juga Ikut pageant.

JAMAWI merupakan komunitas wirausaha yang ada di Universitas AMIKOM dibawah Entrepreneur Campus . Sebagai titik balik, bersama mahasiswa hukum lainnya yang hobi musik, teater, tari, dan manajemen bakat, Muthia memprakarsai sebuah organisasi seni. Ia menyebutnya Law’s Art Performers, yang mereka jadikan rumah untuk pulang dari aktivitas yang melelahkan, sekaligus tempat bermain dan belajar untuk mahasiswa hukum yang memiliki bakat serta minat sebagai pemikat sekaligus penikmat seni. Niatnya masuk fakultas hukum memang bukan untuk menjadi pengacara, jaksa, hakim, atau profesi hukum lainnya. Tak heran, empat tahun menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia menjadi masa pergulatan batin bagi perempuan muda bernama Muthia Zahra Feriani. Ia menjalani hari-hari di ruang kelas tanpa keutuhan rasa dan karsa.

Mahasiswa juga bisa menjadi pengusaha

Saat ini hampir setiap perusahaan, sekolah, dan kampus sudah mempunyai website sendiri. Ini merupakan peluang yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa yang dapat membuat website dengan cara membuka jasa pembuatan web site. Untuk menjalankan bisnis ini, diperlukan keterampilan dalam mengolah kode Personal Home Page atau Active Server Pages secara guide dan dapat menggunakan Content Management System , seperti WordPress.

Ini merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan dengan menjual buku bekas dengan harga yang lebih murah tanpa mengorbankan fungsinya. Saat biaya pendidikan semakin mahal, buku bekas menjadi alternatif untuk mengurangi beban keuangan mahasiswa. Buku bekas yang masih layak digunakan dapat dibeli dengan harga murah dari pengumpul buku atau/dari teman/orang lain yang sudah tidak membutuhkannya lagi.

Tujuan yang pertama tentu untuk melancarkan produksi produk/jasa. Tetapi juga dengan proses pemasaran, penggalangan dana modal, manajemen perusahaan dan lain sebagainya. Karena hal inilah maka faktor produksi memang harus tersedia dengan lengkap.